
KONAWE, 29 Agustus 2026 — Dalam rangka menjaga kualitas dan kuantitas hafalan Al-Qur’an para pendidik dan pegawai sekaligus memperkuat budaya Qur’ani di lingkungan pendidikan, Yayasan Al Bayaan Konawe menyelenggarakan Ujian Tasmi’ (Munaqosyah Tahfidz Guru) pada Jumat–Sabtu, 28–29 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan Al Bayaan Konawe dalam meningkatkan kualitas program ITQ (Iqro’ Tahfidz Qur’an) sekaligus memastikan hafalan Al-Qur’an para guru senantiasa terjaga, mutqin, dan terus mengalami peningkatan.
Ujian Tasmi’ tersebut diikuti oleh seluruh guru ITQ dari berbagai jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Al Bayaan Konawe, meliputi TKIT, SDIT, SMPIT, SMAIT, serta Boarding School.
Selain guru ITQ, kegiatan ini juga terbuka bagi guru mata pelajaran, wali kelas, maupun pegawai yang memiliki kesiapan dan keinginan untuk mengikuti ujian sebagai bagian dari upaya membangun semangat menghafal dan menjaga Al-Qur’an di lingkungan yayasan.
Ujian Tasmi’ tidak hanya menjadi sarana evaluasi hafalan, tetapi juga merupakan bentuk muroja’ah, penguatan kualitas bacaan, serta pembinaan kompetensi guru dalam bidang Al-Qur’an. Dengan demikian, para pendidik diharapkan tidak hanya mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada peserta didik, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kecintaan dan interaksi dengan Al-Qur’an.
Adapun tim penguji dalam kegiatan Munaqosyah Tahfidz Guru ini terdiri dari:
- Ust. Abdul Rozak, S.E., M.M.
- Ust. Astifin Hidayat, S.Pd.
- Ustadzah Ita Nurlina, S.Pd.Gr.
Bagi guru ITQ yang sebelumnya telah mengikuti program dan memperoleh Sertifikat Tahfidz, sertifikat tersebut akan diberikan kepada peserta yang dinyatakan LULUS dalam ujian Tasmi’ atau Munaqosyah Tahfidz.
Ketua Yayasan: Guru Al-Qur’an Harus Menjadi Teladan
Ketua Yayasan Al Bayaan Konawe, Abdul Rozak, S.E., M.M., menyampaikan bahwa program tahfidz bagi guru bukan sekadar kewajiban administratif ataupun persyaratan untuk memperoleh dan memperpanjang tunjangan Tahfidz.
Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an benar-benar menjadi bagian dari kehidupan para pendidik.
“Guru Al-Qur’an tidak cukup hanya mampu mengajarkan Al-Qur’an. Ia harus berusaha menjadi orang yang hidup bersama Al-Qur’an. Karena anak-anak kita bukan hanya mendengar apa yang kita ajarkan, tetapi juga melihat apa yang kita contohkan.”
Ia menambahkan bahwa kegiatan Tasmi’ merupakan salah satu bentuk keseriusan yayasan dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus ruhiyah yang kuat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak dipandang sebagai ujian yang menakutkan, tetapi sebagai momentum untuk kembali mencintai Al-Qur’an, memperbanyak muroja’ah, memperbaiki bacaan, dan menjaga hafalan yang telah Allah titipkan kepada kita.”
Abdul Rozak juga berharap budaya menjaga hafalan tidak berhenti setelah ujian selesai. Menurutnya, munaqosyah hanyalah salah satu tahapan, sementara menjaga hafalan adalah proses yang berlangsung sepanjang hayat.
“Target kita bukan hanya lulus ujian Tasmi’. Target kita adalah lahirnya guru-guru yang dekat dengan Al-Qur’an, kuat hafalannya, baik bacaannya, dan tercermin akhlak Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dari guru-guru inilah lahir generasi Al Bayaan yang cinta Al-Qur’an, berkarakter, cerdas, dan berprestasi.”
Membangun Generasi Qur’ani Dimulai dari Gurunya
Pelaksanaan Ujian Tasmi’ Guru ini menjadi salah satu ikhtiar Yayasan Al Bayaan Konawe untuk terus meningkatkan mutu pendidikan berbasis Al-Qur’an.
Guru sebagai murabbi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas guru, khususnya dalam penguasaan dan interaksi dengan Al-Qur’an, menjadi bagian penting dari proses pendidikan di lingkungan Yayasan Al Bayaan Konawe.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh budaya muroja’ah, tasmi’, dan tahfidz yang semakin kuat di kalangan guru dan pegawai.
Lebih dari sekadar mengejar jumlah hafalan, program ini diharapkan mampu melahirkan pribadi-pribadi yang akrab dengan Al-Qur’an, istiqamah menjaganya, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam mendidik dan menjalani kehidupan.





Leave a Reply